Minggu, 15 Juni 2014

Pantai Camplong

Berkali - kali pulang ke Sumenep, baru kali ini kami sempatkan mampir ke twmpat wisata bernama pantai Camplong. Kawasan wisata alam ini terletak di Desa Dharma Camplong, Kec. Camplong, dengan jarak ± 9 km dari pusat kota.
Untuk mencapai kawasan ini sangat mudah karena dilalui jalur arteri lintas kota pulau madura Bangkalan - Sampang - Pamekasan – Sumenep dengan kondisi jalan sangat baik. Dari Surabaya bisa naik bus dari Bungurasih/Tanjung Perak/Suramadu menuju ke arah Sumenep. Pantai Camplong berada pas dipinggir jalan raya. 
Didepan pintu masuk berjejer pedagang yang menjual makanan khasnya berupa rujak madura, soto madura, kain batik, pernik - pernik dari kerang serta jambu air sampang terkenal manisnya.

Makan rujak madura dulu

Penjaja jambu air, kain batik, dan perni - pernik
Kondisi Wisata Pantai Camplong sudah dikelola dengan baik, tidak seperti 3 tahun yang lalu saat kami Motor Club Semen Gresik mengunujunginya. Dimana sudah terdapat sarana penunjang pariwisata berupa: tempat penginapan berupa hotel resort bintang satu, restoran/ cafe/ warung makanan, pasar wisata, tempat parkir yang memadai, fasilitas tempat ibadah, taman bermain, MCK, gardu pandang, wisata perahu layar serta sistem keamanan yang terjamin.
 
 
Pintu masuk ke Hotel dan Restoran
 
Jalan menuju pantai
Pedagang tradisional
 
Gulali kacang - Makanan tradisional

Tempat ibadah yang bagus dan bersih
 
Wisata naik perahu layar
Menurut pemandu wisata di lokasi wisata, beberapa atraksi wisata yang dapat dijumpai wisatawan di pantai camplong diantaranya “Wisata Semalam di Pantai Camplong” berupa pertunjukan seni dan hiburan rakyat, Kerapan Sapi Pantai, Wisata Budaya Rokat Tase (upacara petik laut setiap satu tahun sekali pada bulan maulid), pertunjukan Sapi Sono, pertunjukan hiburan rakyat pada hari hari tertentu dsb.
 
Sebelum meneruskan perjalanan ke Sumenep kami makan siang di RM makan Pak Dje dengan menu utamanya aneka Kepiting yang rasanya uenak tenan.....
Jambu air

  
RM Pak Dje

Sabtu, 07 Juni 2014

Awas ketipu situs http://www.tespotensiakademik.com

Saya pernah memesan sebuah e-book ke alamat situs http://www.tespotensiakademik.com/


Uang telah saya transfer pada tgl 4 Juni 2014 dan sudah saya konfirmasi via sms, namun hingga saat ini e-book belum dikirim.
Saat saya hubungi, no hp mati, no tlp kantor tidak tersambung. Saran saya jangan percaya pada situs ini.
Sekarang saya baru sadar bawah saya telah kesandung penipuan di internet

Bukti Transfer

Mau

Mauku dulu
Benar - benar mau
Tapi disaat aku mau
Aku ragu dengan mauku
Mauku kupikir.....
Mauku terlalu tinggi
Mauku sudah pudar
Setelah lama mauku terpendam
Aku ingin mauku yang dulu
Jadi mauku

Minggu, 01 Juni 2014

Sertifikat Akreditasi

FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DARUL ULUM JOMBANG DARI BAN-PT


Berlaku mulai tgl 12 Nov 2010 s/d 12 Nov 2015


Rabu, 28 Mei 2014

Wisata ke Pulau Lombok dan Gili Trawangan

Hari #1
Tanggal 25 Mei 2014 pukul 05.30 kami memulai perjalanan ke Pulau Lombok dan Gili Trawangan. Semalaman kami prepare semua kebutuhan dan pagi sebelum berangkat kami membeli nasi krawu yang terkenal awet / tidak mudah basi untuk sarapan pagi dan makan siang.

Di Bandara Juanda

Garuda yang kami tumpangi take off pukul 08.05 WIB dan landing pukul 10.30 WITA. Selama dalam perjalanan kami disuguhi pemandangan bagus di sebelah kanan kami yaitu Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Ijen, dan Gunung Agung Bali.

Begitu menapakkan kaki di Pulau Lombok, kami dijemput oleh driver dan langsung ke Desa Sade yaitu sebuah desa yang ditempati oleh Suku Sasak Jumlahnya 150 KK. Begitu masuk Gapura kami dipandu oleh salah seorang warga. Sebelum memasuki kampung tersebut kita diminta sumbangan alakadarnya berkisar Rp. 10.000 - 30.000 sekaligus mengisi buku tamu. Warga di kampung sasak berjualan pernik - pernik / aksesoris dan kain hasil tenunannya. Ada suatu aturan adat bahwa para gadis tidak boleh kawin jika belum bisa menenun. Saat kunjungan kami berakhir, kami diminta memberikan sumbangan lagi seikhlasnya untuk pemandu.
Rumah adat suku Sasak
Nenek penenun berusia 85 tahun

Perjalanan selanjutnya menuju Pantai Kuta. Sebuah pantai di sebelah timur bandara Praya. Pantai yang indah, bening,bersih dan berhias karang serta pasir pantai yang besar - besar bak merica.

Pantai Kuta Lombok



Setelah puas wisata ke Sasak dan Kuta, perut kami rasanya juga perlu diisi. Kami mencari tempat yang masakannya mak nyos......akhirnya kami pilih SEAFOOD 99. Kangkungnya besar-besar dan kriuk....yang seperti ini tidak pernah saya temui dimanapun.
RM Seafood 99


Perjalanan selanjutnya adalah ke Senggigi. Sebuah tempat yang terkenal dengan berbagai macam pantainya yang panjang. Suasana Senggigi ibarat Legian di Denpasar karena menjadi pusat kunjungan para turis asing. Pasir di Sengigi berwarna kehitaman, beda dengan pasir di pantai Kuta yang bersih.
Salah satu view pantai di Senggigi

Main layang - layang di Senggigi
Setelah puas bermain-main di Senggigi, hari sudah maghrib dan kami harus kembali ke Hotel yang sudah kami booking sebelumnya. Nama hotel adalah Fortune, beralamatkan di Jl. Repatmaja No. 2, Cakranegara Mataram. Tlp. 0370-630671. Sebuah hotel baru dengan tarif Rp. 350.000 per malam.

Malam harinya dilanjutkan wisata kuliner masakan khas Ayam Taliwang di RM Dua Em. Disini ayam dimasak dengan bermacam-macam menu. Ada ayam bakar, ayam goreng, ayam bumbu pedas, ditambah pelecing dan sambal katak ( sambal dari terong mentah), dll. Tahu Lombok rasanya lebih lembut dari tahu Jawa.


RM Dua EM

Perut terasa kenyang sekali hingga tidak bisa tidur begitu sampai di hotel.

Hari #2
Hari kedua kami awali dengan berjalan - jalan kami di sekitar kota yang masih sepi. Banyak ruko baru bermunculan dan mal terbesar di Mataram.
Pemandangan dari Malimbu tidak kalah indahnya.
Malimbu

Pukul 08.00 WITA kami melanjutkan perjalanan ke Hotel Santosa Senggigi. Hotel yang bagus dan nyaman buat refreshing.

Hotel Santosa

Hotel Santosa

Dari Malimbu perjalanan berlanjut ke pelabuhan Bangsal, tempat penyebrangan ke pulau Gili Trawangan. Sampai di depan parkiran Cidomo (Dokar) mobil kami tidak diijinkan masuk ke area pelabuhan. Kami harus ganti naik Cidomo dengan biaya Rp. 20.000.
Pelabuhan Bangsal

Setelah mengantri beberapa saat, akhirnya kami mendapatkan tiket penyebrangan dengan harga Rp. 13.000 per orang naik perahu biasa yang membutuhkan waktu 40 menit. Kalau naik boat Rp. 75.000 per orang dengan waktu hanya 10 menit sampai di Gili Trawangan.
Antri mau masuk kapal

Sesampainya di Gili Trawangan kami menunggu di jemput oleh petugas home stay Coral Voice sambil beli bakso yang harganya Rp. 15.000 per porsi dengan 6 pentol kecil. Sambil menunggu Kiki sempat berfoto sama (katanya) pemeran Kapten Amerika idolanya.
Menunggu jemputan

Bersama Captain America
Setelah kami bertemu dengan petugas dan meletakkan bawaan kami, kami ke jalan - jalan ke pantai untuk menikmati pemandangan Gili Trawangan. Kiki menyempatkan diri berenang di pantai sementara Zulfa hanya bermain air dan pasir. Selain itu kami juga sewa sepeda pancal 2 buah @seharga Rp. 50.000. Kami memilih sepeda yang ada boncengannya agar kami berempat bisa menikmati jalan - jalan sepanjang pulau berempat.





Malam harinya Kiki sepertinya kecapekan berenang dan jam 20.00 WITA dia sudah tidur. Akhirnya hanya berdua dengan Zulfa kami jalan - jalan di sekitar dermaga dan pantai serta cafe yang berlampu warna warni.




Pukul 23.00 kami kembali hotel dan beristirahat.

Hari#3
Subuh pukul 05.20 adzan terdengar. Kami bergegas mandi, sholat dan siap - siap jalan - jalan lagi di sepanjang pantai. Tujuan kami adalah dermaga untuk melihat matahari terbit.

Sunrise di Dermaga
Mendung bak asap gunung berapi
Pukul 07.00 kami bersiap - siap keluar pulau dan menuju kota. Perjalanan di lanjutkan melalui pusuk. Pusuk adalah pegunungan yang dipenuhi dengan ratusan monyet hutan yang berkeliaran di jalan raya. Ada minuman yang sangat nikmat dan manis rasanya yang berasal asli dari daerah ini. Minuman ini berasal dari pohon aren mirip legen yang berasal dari buah siwalan.

Puncak Pusuk
Shopping oleh - oleh ke Phoenix dan ke pusat pengrajin emas dan mutiara di Sekarbela. Karena waktu menunjukkan pukul 13.00 siang, kami bergegas ke Bandara karena skedul pesawat kami pukul 15.00 WITA
Bandara Praya Lombok

Biaya perjalanan dari Surabaya ke Lombok

No. Item Biaya Harga 4 Org
1. Tiket pesawat PP    600.000    4.800.000
2. Surcharge di Bandara Juanda       45.000       180.000
3. Sewa mobil termasuk sopir+bbm 1 hari    500.000       500.000
4. Sumbangan sukarela masuk kampung suku sasak       20.000          20.000
5. Sumbangan sukarela pemandu dari suku sasak       10.000          10.000
6. Hotel di kota Mataram    350.000       350.000
7. Taksi dari kota Mataram ke Senggigi    100.000       100.000
8. Taksi dari kota Senggigi ke pelabuhan Bangsal       75.000          75.000
9. Tiket masuk kapal di pelabuhan Bangsal PP       13.000       104.000
10. Sewa sepeda pancal di Gili Trawangan       50.000       100.000
11. Sewa mobil dari Pelabuhan Bangsal ke Mataram    100.000       100.000
12. Homestay di Gili Trawangan    275.000       275.000
13. Taksi dari kota Mataram ke Bandara Praya    125.000       125.000
   6.614.000

Sabtu, 24 Mei 2014

Wisata Bromo

View dari Penanjakan, background Gunung Semeru
Berwisata ke gung Bromo sangatlah menyenangkan dan tiada bosan - bosannya. Dari Gresik kami berangkat pukul 7 malam. Perjalanan kurang lebih 4 jam hingga akhirnya kami tiba di sebuah rumah milik salah satu penduduk di Ngadisari. Setelah beristirahat beberapa jam, pukul 02.30 pagi kami sudah harus berangkat memulai perjalanan menikmati keindahan gunung bromo. 

View Penanjakan


Tujuan pertama kami adalah Penanjakan karena disanalah kita bisa melihat view pemandangan gunung batok dengan latar belakang gunung semeru yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Timur. Suasana pengunjung ramai sekali hingga kami terpaksa parkir agak jauh dari lokasi parkir terdekat dengan shelter para pengunjung. Perjalanan kami lanjutkan dengan naik ojek yang ongkosnya 30 ribu dari mobil kami parkir ke shelter.

Gunung Batok
Setelah puas di penanjakan, pukul 5.30 kami turun ke pegunungan tengger. Mobil kami parkir di bawah kaki gunung batok
Savana
Tujuan selanjutnya setelah Tengger adalah Savana. Sebuah lautan rumput yang luas dan dikelilingi oleh perbukitan sangat indah untuk diabadikan. Savan bertabur kabut yang tidak pernah beranjak. Sungguh pemadangan yang luar biasa
Lautan Pasir

Tujuan terakhir adalah lautan pasir. Hamparan pasir nan luas bak permadani buni sangatlah indah dipandang

Hardtop 1980

Nongkrong di depan kantor SG

Kayak Bu Menteri ya ???? Hehehe..