Jumat, 23 Mei 2014
Rabu, 21 Mei 2014
Senin, 19 Mei 2014
Wisata Ranupani - Semeru #2
Berwisata ke Ranupani di bawah kaki gunung semeru tidak pernah terasa membosankan. Hari ini Minggu 30 Maret 2014 jalanan di kota Malang terasa sangat padat. Maklumlah karena hari itu adalah libur panjang mulai Minggu hingga Senin. Sesuai rencana kami sekeluarga (Saya, Istri, Zulfa, Kiki, Faiz dan Osi) hendak jalan - jalan ke Ranupani. Semua peralatan outdoor mulai kamera, tripot, pancing bahkan bola sepak sudah kami siapkan.
Perjalanan kami awali dari rumah Malang. Pukul 07.00 pagi kami memulai perjalanan menggunakan mobil trooper 4x4wd. Rute yang kami lewati adalah Malang - Tumpang - Ngadas - Jemplang - Ranupani. Perjalanan mulus dari awal perjalanan hingga tiba di tujuan. Setibanya di Ranupani kami langsung menuju ke warung di depan parkiran mobil.
Setelah itu kami berjalan - jalan mengelilingi Danau Regulo dan Danau Ranupani. Kami memuaskan diri dengan berfoto - foto di sekitar danau dan perkebunan milik warga setempat.
Setelah itu kami mencoba memancing di danau tetapi nasib baik belum berpihak kepada kami, Tidak seekor ikanpun kami dapat.
Pukul 13.00 kami kembali pulang ke arah Malang
Minggu, 18 Mei 2014
Mendaki Bukit Van Derman
Pada tanggal 16 Mei 2016 pukul 22.00 kami mulai perjalanan ke Malang dari rumah Segunting. Kami berangkat bersembilan ( Ghozi, Arif, Randy, Angga, Razaq, Hasyim, Ryan, Hendra dan saya sendiri). Rencana berangkat menggunakan mobil chevrolet trooper berjalan mulus karena mobil tidak ada kendala. Agak sesak sih....tapi asik banget, rame ! Kawan - kawan berkomentar "Ternyata mobilnya enak dan suspensinya empuk ya...."
Pukul 00.30 kami sampai di rumah Malang. Kami beristirahat sejenak di rumah sebelum esok paginya merencanakan meluncur ke Batu. Tepat pukul 07.00 kami memulai perjalanan dan sampai ke lokasi pukul 08.00.
Lokasi bukit Vandermen adalah di Desa Tertomoyo Batu. Dari alon - alon Batu terus ke Barat hinggan ketemu perempatan sebelah Hotel Kartika, kemudian belok kiri, ketemu perempatan lagi belok kanan. Ikuti jalan terus keatas hingga ujung Desa. Jalanan menanjak dan berkelok cukup ekstrim. Untungnya trooper kami bergigi 4x4. Enteng.......hahaha.....
Rumah paling ujung adalah rumah bapak Mujiana yang berprofesi sebagai petani dan peternak sapi perah. Disitulah semua pendaki harus menitipkan kendaraannya. Tarifnya motor Rp. 5.000 perhari dan mobil Rp. 10.000 perhari. Dibelakang rumah sebelah kandang sapi juga ada kamar mandi tarifnya Rp. 5.000 per orang.
![]() |
| Lokasi Parkir dengan Background Bukit Van Derman paling belakang |
Pukul 09.15 kami mengawali perjalanan menyusuri jalan desa yang sudah berpaving +/- 500m. Setelah itu kami bertemu sumber air dan kami mempersiapkan air untuk kebutuhan kami selama tinggal diatas bukit nanti. Dari arah sumber air, jalanan terus naik ke arah kanan. Jalan yang kami ambil adalah jalan pintas sesuai petujuk pak Mujiana namun agak menanjak. Ada jalan alternatif lainnya setelah sumber air turun lagi ada pertigaan. Ikuti jalan tersebut dan ternyata nanti akan ketemu dengan jalan kami lewati di Latar Ombo setelah berjalan +- 1 jam yang merupakan lokasi perkemahan dibawah kaki bukit. Disini dapat menampung +/- 120 orang. Namun para pendaki yang buka tenda disini harus hati - hati dengan barang bawaannya karena banyak monyet hutan yang suka usil mengambil barang bawaan.
Dari Latar Ombo terus ambil arah kiri atau naik hingga akhirnya bertemu di pertigaan berbatu pertama. Terus ambil arah kanan, naik lagi ke arah batu - batuan kedua yang berjarak sekitar 100 meter didepan. Setelah puas berfoto - foto disini kami naik lagi sekitar 50 meter dan bertemu dengan batu - batuan besar yang biasa disebut orang desa "Watu Gede".
![]() |
| Siapa yang nulis namaku di batu ya ???? |
Menjelang puncak jalanan naik ekstrem berbatu dan para monyet mulai narsis. Jas hujan kawan yudhi sempat disambat oleh monyet albino dan kami harus mengejarnya sambil bawa kayu pentung. Jas hujannya dilempar ke semak - semak yang membuat kami harus nyari kesana kemari dan akhirnya ditemukan.
![]() |
| Monyet - Monyet Pengganggu |
Pukul 12.30 rombongan tiba di puncak pass bukit yang ditandai dengan adanya tugu yang dibangun oleh TNI. kami langsung mendirikan 2 tenda yang kami buat saling berhadapan. Saat kami datang baru ada satu tenda yang ada dan menghadap ke kota Batu dan Malang dan berada dibawah. Kami mendirikan tenda berada di sebelah tugu. Semakin larut ternyata semakin banyak para pendaki berdatangan dan buka tenda. Pukul 01.00 puncak sudah penuh dengan tenda para pendaki. Suasana pagi sangat bagus dengan view Gunung Penanggungan dan Gunung Semeru yang berhias siluet. Namun sebagaimana halnya Tegal Ombo, para pendaki juga harus berhati - hati dengan para monyet pengganggu yang mulai bermunculan sejak pukul 05.00 pagi.
Setelah berpacking - packing pukul 08.00 kami turun bukit dan sampai Latar Ombo pukul 09.00 dan pagi itu sudah penuh sesak rombongan dari Fakultas Geofisika Universitas Brawijaya.
Setelah beristirahat sekitar 10 menit kami terus melanjukan perjalanan turun ke lokasi parkir mobil. Pukul 09.30 kami sudah sampai lokasi dan mulai membersihkan badan kemudian pulang menuju Gresik.
Jalur yang kami tempuh saat pulang adalah lewat cangar dan pacet mengingat minggu ini long week end dan pasti macet. Alhamdulillah pukul 15.00 kami sudah mulai di rumah Segunting dalam keadaan sehat wal afiat.
Minggu, 02 Maret 2014
Cara Memindahkan Phonebook dari BLACKBERRY ke LENOVO P780
Berikut ini saya coba sharing caranya semoga bermanfaat buat teman-teman yang pernah merasa kesulitan seperti saya.
Perangkat yang kalian butuhkan yaitu: HP Blackberry, HP Android dan Laptop
Cara pertama :
Perangkat yang kalian butuhkan yaitu: HP Blackberry, HP Android dan Laptop
Cara pertama :
1. Nyalakan Bluetooth BB and HP android anda.
2. Kemudian lakukan pairing.
3. Setelah BB dan HP Android kamu terkonek keduanya (Paired) lalu pada BB kamu arahkan cursor BB kamu ke icon HP Android yang ada di BB dan kemudian pencet track ball atau track pad BB kamu dan pilih menu Transfer Contacts. Maka seluruh data Phonebook BB kamu akan di transfer ke HP android kamu dalam bentuk file ber ekstensi (.vcf) dengan nama filenya: ( Phonebook.vcf ) file ini bisa kamu temukan di folder Bluetooth HP android kamu.
Cara kedua :
3. Setelah BB dan HP Android kamu terkonek keduanya (Paired) lalu pada BB kamu arahkan cursor BB kamu ke icon HP Android yang ada di BB dan kemudian pencet track ball atau track pad BB kamu dan pilih menu Transfer Contacts. Maka seluruh data Phonebook BB kamu akan di transfer ke HP android kamu dalam bentuk file ber ekstensi (.vcf) dengan nama filenya: ( Phonebook.vcf ) file ini bisa kamu temukan di folder Bluetooth HP android kamu.
Cara kedua :
1. Lakukan pairing antara BB kamu dengan laptop kamu.
2. Setelah Paired antara BB dan Laptop kamu lalu transfer phonebook di BB ke Laptop
File Phonebook.vcf ini akan masuk ke folder Bluetooth di Laptop kamu
Selanjutnya,
Selanjutnya,
1. Buka Gmail dari browser di laptop kamu
2. Login ke Gmail
3. Buka Contact di Gmail kamu, dan lalu klik menu More >Import >
Browse dan arahkan pada file Phonebook.vcf yang tersimpan didalam folder
Bluetooth di laptop kamu setelah itu semua isi phonebook tersebut akan
di import ke Gmail kamu.
4. Setelah semua kontak tersebut berada di Gmail kamu kemudian dari HP Android kamu masuk ke: Setting > Accounts > Acccout Gmail > Sync Now
Setelah itu seluruh isi phonebook di BB sudah ada di dalam HP android.
Selesai sudah cara gampang memindahkan contact no HP dari Blackberry ke Lenovo P780 (Android).
Semoga bermanfaat ya bagi teman-teman yang sudah berpindah dari Blackberry ke Android atau memiliki kedua gadget tersebut.
Minggu, 02 Februari 2014
Candi Belahan / Sumber Tetek
Apa yang ada di benak anda saat membaca Sumber Tetek ? Ya,.....Mengapa Candi ini disebut Sumber Tetek adalah karena dari Tetek patung itu keluar air sumber asli.
Awal Februari 2014 kami berencana pulang ke Malang. Tepat pukul 14.00 kami berangkat menggunakan Trooper lansiran tahun 95. Dalam perjalanan mobil saya belokkan untuk mengunjungi Candi Bedahan atau Sumber Tetek yang berlokasi di Gempol Pandaan.
Awal Februari 2014 kami berencana pulang ke Malang. Tepat pukul 14.00 kami berangkat menggunakan Trooper lansiran tahun 95. Dalam perjalanan mobil saya belokkan untuk mengunjungi Candi Bedahan atau Sumber Tetek yang berlokasi di Gempol Pandaan.
![]() |
| Jalan menuju Candi Belahan |
![]() |
| Pintu masuk melalui Gempol |
Jalan menuju Candi saat ini sudah di paving hingga melewati desa Jeruk Purut, dan setelah menyeberangi jembatan kecil jalanan sudah beraspal, beda dengan kondisi 2 tahun yang lalu yang masih terjal dan berbatu.
Setelah berkendara kurang lebih 5 KM, sampailah kami di lokasi Candi Belahan pada pukul 16.00 WIB. Di pintu masuk candi saya bertemu Pak Astono yang sehari-harinya
sebagai juru pelihara situs ini. Seperti kunjungan-kunjungan kami
sebelumnya. Setiap bertemu juru pelihara situs pasti mereka meminta saya
mengisi buku tamu. Katanya untuk laporan di kantor. Setelah
beramah-tamah sebentar dengan Pak Astono kami meminta ijin memotret dan
mencuci muka di air yang keluar dari salah satu arca Candi Sumber Tetek
itu.
![]() |
| Langsung terjun ke kolam......airnya sejukkkkk |
![]() |
| Lihat gaya Nisa....senyum YKS......hahaha |
Sebelum memasuki lokasi candi belahan tak lupa kami mampir ke warung kopi di atas lokasi dan sholat ashar di masjid desa. Konon,Candi Sumber Tetek diduga merupakan petirtaan (tempat mandi) yang
di peruntukkan bagi kedua permaisuri Raja Airlangga, yaitu Dewi Laksmi
dan Dewi Sri. Uniknya di kedua (maaf) puting payudara (tetek) Dewi
Laksmi itu mengeluarkan (memancurkan) air. Kedua arca itu
melambangkan kesuburan. Dulunya di candi itu sebenarnya juga ada arca
wisnu menunggang garuda yang kini disimpan di museum purbakala
Trowulan-Mojokerto-Jawa Timur.
Sebagian ahli berpendapat kalau Wisnu disini merupakan perwujudan
Airlangga yang memang semasa hidupnya setia menganut (memuja) Dewa
Wisnu. Mungkin karena keadaan seperti inilah sehingga masyarakat
setempat kemudian menamakan candi ini dengan sebutan Candi Sumber Tetek.
Pukul 17.00 kami melanjutkan perjalanan menuju Malang dengan rute dari Candi Belahan terus naik menuju arah Trawas / Pandaan. Rute ini tidak disarankan untuk kendaraan umum / bukan off road karena jalanan menanjak dan berbatu. Gigi 4x4 harus terus diaktifkan.
Langganan:
Postingan (Atom)


























